Navigasi Masa Depan: PKKMB Telkom University dalam Merangkul Era 5.0
Nama: Muhammad Haidar Mirza
Nim: 102062400151
Prodi / Fakultas: Sistem Informasi / Fakultas Rekayasa industri
instigator: Alexander Bell (4)
Telkom University
Surabaya dengan semangat penuh memperkenalkan Program Pengenalan Kehidupan
Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), memberikan pengenalan yang mendalam tentang
visi, misi, dan nilai-nilai universitas yang akan menjadi panduan bagi
mahasiswa selama perjalanan akademik mereka. Selama tiga hari penuh kegiatan
intensif, mahasiswa baru disuguhkan dengan berbagai aspek budaya kampus,
layanan pendukung, teknologi mutakhir, serta persiapan mental yang krusial
untuk menghadapi tantangan global di era digital ini.
Hari 1: Penghayatan
Budaya dan Pendidikan di Telkom University
Hari pertama PKKMB dibuka
dengan suasana penuh antusiasme, di mana Prof. Dr. Tri Arief Sardjono, S.T.,
M.T., selaku Direktur Telkom University Surabaya, memberikan sambutan hangat.
Dalam sambutannya, Prof. Tri Arief menyampaikan gambaran menyeluruh tentang
Telkom University, sebuah institusi yang dikenal sebagai pelopor dalam bidang
inovasi teknologi dan pendidikan berkualitas. Beliau menekankan bahwa
universitas ini tidak hanya berfokus pada mencetak lulusan yang siap memasuki
dunia kerja, tetapi juga berkomitmen menciptakan pemimpin masa depan yang
adaptif terhadap perkembangan teknologi pesat di era Revolusi Industri 4.0 dan
bersiap menuju Era 5.0.
Beliau juga menekankan
pentingnya integrasi antara teknologi dan pendidikan, yang tidak hanya
mendorong inovasi tetapi juga kolaborasi lintas disiplin ilmu. Dalam konteks
ini, Telkom University bertujuan untuk mempersiapkan mahasiswa agar memiliki
kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif yang diperlukan untuk
sukses di masa depan.
Budaya Higher Education
Institution (HEI)
Sesi berikutnya mengupas
budaya Higher Education Institution (HEI) yang menjadi landasan nilai-nilai di
Telkom University. HEI
menitikberatkan pada integritas, kolaborasi, dan keunggulan dalam setiap aspek
kehidupan akademik. Mahasiswa didorong untuk mengembangkan keterampilan lunak
seperti kepemimpinan, komunikasi efektif, dan etika profesional. HEI juga
melibatkan mahasiswa dalam berbagai kegiatan yang mendorong pemikiran kreatif,
kemampuan bekerja dalam tim, serta pengoptimalan potensi akademis dan sosial
mereka.
Di Telkom University, mahasiswa didorong untuk melihat kehidupan kampus
lebih dari sekadar pembelajaran di ruang kelas. Kampus ini menjadi tempat untuk
berkontribusi bagi masyarakat melalui inovasi dan pengabdian. Melalui
pendekatan ini, mahasiswa diajak untuk mengembangkan perspektif holistik yang
memadukan pencapaian akademik dengan pelayanan sosial.
Pemaparan Layanan
Kemahasiswaan
Layanan Kesehatan:
Telkom University
menyediakan fasilitas kesehatan yang lengkap, termasuk klinik kampus yang
dilengkapi untuk menangani kondisi medis dasar hingga darurat. Selain itu,
fasilitas ini bekerjasama dengan rumah sakit terdekat untuk memastikan
mahasiswa memiliki akses ke perawatan spesialis bila diperlukan. Program
kesehatan preventif juga diselenggarakan, termasuk vaksinasi dan seminar
kesehatan, yang bertujuan untuk menjaga kesehatan mahasiswa secara proaktif.
Konseling Psikologis:
Memahami pentingnya
kesehatan mental, universitas menyediakan layanan konseling yang dikelola oleh
psikolog dan konselor profesional. Layanan ini dirancang untuk membantu
mahasiswa yang mengalami tekanan akademik maupun masalah pribadi, seperti
kesulitan adaptasi dengan lingkungan kampus atau masalah relasional. Selain
sesi konseling individu, universitas juga mengadakan workshop dan seminar
tentang manajemen stres, teknik relaksasi, dan pembentukan kebiasaan belajar
yang efektif.
Fasilitas Olahraga dan
Rekreasi:
Telkom University juga
menyediakan berbagai fasilitas olahraga, termasuk lapangan sepak bola, lapangan
basket, gym, dan kolam renang. Fasilitas ini tidak hanya mendukung kegiatan
fisik mahasiswa tetapi juga digunakan untuk acara kompetitif dan rekreasi. Universitas
ini memahami pentingnya keseimbangan antara aktivitas akademik dan fisik, oleh
karena itu, disediakan instruktur dan program olahraga untuk membantu mahasiswa
mengembangkan kesehatan fisik dan mental yang optimal.
Pemaparan Igracias, LMS,
dan Puti
Igracias:
Platform digital Igracias
adalah alat penting bagi mahasiswa untuk mengakses informasi akademik,
mengelola jadwal, mendaftar mata kuliah, dan mengakses materi pembelajaran.
Platform ini dirancang untuk mempermudah pengelolaan kehidupan akademik dari
satu titik akses, mendukung transparansi dan efisiensi dalam komunikasi antara
mahasiswa dan administrasi universitas.
Learning Management
System (LMS):
LMS di Telkom University
terintegrasi dengan kurikulum universitas dan menyediakan platform untuk dosen
mengunggah materi kuliah, tugas, dan pengumuman. Ini juga memfasilitasi diskusi
online, ujian, dan penilaian, membuat proses pembelajaran lebih interaktif dan
dapat diakses dari mana saja.
Puti:
Aplikasi Puti mendukung
kegiatan ekstrakurikuler dan non-akademik, seperti pendaftaran klub, organisasi
mahasiswa, dan kegiatan sukarela. Puti juga menyediakan platform untuk
mahasiswa mengelola proyek-proyek riset dan inovasi, mendukung kolaborasi antar
disiplin ilmu, serta pengembangan profesional mahasiswa.
Materi Kesehatan Mental
oleh Ibu Toetiek Septriasih, M.Psi
Dalam sesi yang
disampaikan oleh Ibu Toetiek Septriasih, M.Psi, mahasiswa baru di Telkom
University mendapatkan pemahaman mendalam mengenai pentingnya kesehatan mental
sebagai komponen krusial dalam keberhasilan akademik dan kesejahteraan pribadi.
Sesi ini fokus pada pembekalan alat dan sumber daya untuk mengelola stres,
kecemasan, dan depresi—masalah-masalah yang sering muncul selama masa studi.
Pengenalan dan
Pencegahan:
Ibu Toetiek memulai sesi
dengan edukasi mengenai gejala umum gangguan kecemasan dan depresi, serta cara
mengenali tanda-tanda awal ketidakseimbangan mental, baik pada diri sendiri
maupun orang lain. Beliau menekankan pentingnya kesadaran diri dan literasi
kesehatan mental sebagai langkah pertama dalam pencegahan.
Strategi Manajemen Stres:
Melalui kombinasi
presentasi visual dan aktivitas interaktif, Ibu Toetiek mengajarkan
teknik-teknik manajemen stres yang praktis, termasuk teknik pernapasan,
mindfulness, dan meditasi. Beliau juga menekankan pentingnya kebiasaan tidur
yang baik, pola makan sehat, dan jadwal belajar yang teratur sebagai bagian
dari strategi menjaga kesehatan mental.
Sumber Daya Dukungan:
Sesi ini juga
memperkenalkan berbagai sumber daya dukungan yang tersedia di kampus, termasuk
konseling individu, workshop kesehatan mental, dan program bimbingan peer. Ibu
Toetiek menjelaskan prosedur untuk mengakses layanan konseling dan mendorong
mahasiswa untuk tidak ragu mencari bantuan profesional jika mengalami masalah
kesehatan mental.
Pembentukan Komunitas
Dukungan:
Selain itu, sesi ini
menyoroti pentingnya membangun komunitas dukungan di antara mahasiswa, di mana
mereka dapat saling membantu dan memberikan dukungan emosional. Ibu Toetiek
mendorong mahasiswa untuk aktif dalam klub dan aktivitas sosial sebagai cara untuk
membangun jaringan pendukung dan mengurangi perasaan isolasi.
Wawasan Kebangsaan:
Menanamkan Semangat Nasionalisme
Sesi ini menggabungkan
ceramah dan diskusi panel yang melibatkan beberapa dosen dan praktisi di bidang
teknologi dan inovasi sosial. Fokusnya adalah bagaimana nilai-nilai
nasionalisme dapat diintegrasikan dalam kerangka penggunaan teknologi untuk
pembangunan sosial dan ekonomi Indonesia.
Teknologi sebagai Alat
Pembangunan:
Para pembicara memaparkan
contoh konkret bagaimana teknologi telah digunakan untuk mengatasi berbagai
tantangan sosial di Indonesia. Contohnya termasuk inovasi di bidang agrikultur
untuk meningkatkan produksi pangan, penggunaan teknologi informasi dalam pendidikan
di daerah terpencil, serta penerapan sistem teknologi untuk memperkuat
infrastruktur nasional.
Pengurangan Kesenjangan
Sosial:
Diskusi ini juga
menyoroti peran teknologi dalam mengurangi kesenjangan sosial dengan
menyediakan akses yang lebih luas kepada pendidikan dan peluang ekonomi.
Mahasiswa diperkenalkan dengan inisiatif-inisiatif yang telah berhasil
memanfaatkan teknologi untuk memberdayakan komunitas marginal.
Kewarganegaraan Digital:
Komponen penting dari
sesi ini adalah konsep 'kewarganegaraan digital', di mana mahasiswa diajak
untuk memahami tanggung jawab mereka sebagai warga negara dalam menggunakan
teknologi secara etis dan bertanggung jawab. Diskusi ini menyoroti bagaimana
mahasiswa dapat berkontribusi pada pembangunan nasional melalui inovasi yang
berkelanjutan dan inklusif.
Kontribusi Mahasiswa
untuk Nasionalisme Teknologi:
Mahasiswa diberikan
kesempatan untuk menyampaikan ide-ide dan proyek yang dapat mendukung visi
Indonesia 2045, sebuah inisiatif nasional untuk mencapai masyarakat yang adil
dan makmur melalui penerapan teknologi yang inovatif dan inklusif. Sesi ini
diakhiri dengan pesan bahwa sebagai generasi yang akan mengambil alih
kepemimpinan di masa depan, mahasiswa Telkom University memiliki peran penting
dalam memanfaatkan teknologi untuk kemajuan bangsa, sejalan dengan nilai-nilai
nasionalisme dan kebhinekaan.
Hari 2: Menatap Masa
Depan di Era 5.0
Hari kedua Program
Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Telkom University
Surabaya mengusung tema "Menatap Masa Depan di Era 5.0". Tema ini
dipilih untuk mengajak mahasiswa baru memahami tantangan dan peluang yang
muncul dari perkembangan teknologi yang semakin cepat dan disruptif. Dalam era
yang ditandai dengan kemajuan teknologi yang pesat, mahasiswa dituntut untuk
mengembangkan pola pikir yang resilien, adaptif, serta dilengkapi dengan
kecerdasan sosial dan empati dalam menggunakan teknologi. Agenda pada hari
kedua ini dirancang untuk memperkuat fondasi tersebut.
Pengembangan Pola Pikir
untuk Era 5.0
Kegiatan pada hari kedua
dibuka dengan sesi diskusi panel yang menghadirkan beberapa tokoh terkemuka
dari dunia pendidikan dan teknologi. Diskusi ini berfokus pada perubahan
paradigma dalam pendidikan tinggi yang dipicu oleh cepatnya laju inovasi di era
digital. Para pembicara menekankan bahwa teknologi telah merubah cara belajar
dan cara berinteraksi dalam masyarakat secara fundamental. Mereka
menggarisbawahi pentingnya mengintegrasikan kecerdasan sosial dan empati dalam
setiap aspek penggunaan teknologi, memastikan bahwa kemajuan teknologi tidak
hanya memberikan manfaat bagi segelintir orang, tetapi juga mampu menjangkau
dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Para panelis juga
membahas bagaimana pendidikan tinggi harus beradaptasi dengan perubahan ini.
Mereka menyarankan agar mahasiswa tidak hanya berfokus pada penguasaan
teknologi, tetapi juga pada pengembangan keterampilan berpikir kritis,
kolaboratif, dan kreatif. Ini penting untuk menghadapi kompleksitas dan
ketidakpastian yang akan datang, terutama dalam mempersiapkan diri untuk peran
kepemimpinan di masa depan. Mahasiswa didorong untuk menjadi agen perubahan
yang tidak hanya mampu mengadaptasi teknologi, tetapi juga memahami implikasi
sosial dan etika dari penggunaannya.
Presentasi Lomba Karya
Tulis Ilmiah (LKTI) dan Pola Pikir Prestatif
Setelah sesi panel, acara
dilanjutkan dengan presentasi terkait Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI). Sesi ini
dirancang untuk mendorong mahasiswa mengembangkan kemampuan akademis dan
inovatif mereka. Mahasiswa diajak untuk menghasilkan ide-ide yang dapat memberikan
solusi nyata terhadap masalah sosial, lingkungan, dan teknologi yang dihadapi
masyarakat saat ini. Dalam konteks ini, mahasiswa diberikan pengenalan tentang
metodologi penelitian dasar, teknik penulisan proposal yang efektif, serta
pentingnya berpikir kritis dan inovatif.
LKTI bukan hanya sekadar
ajang kompetisi, tetapi juga platform bagi mahasiswa untuk melatih dan
memperkuat pola pikir prestatif. Pola pikir ini ditandai oleh kemampuan untuk
melihat kegagalan sebagai bagian integral dari proses pembelajaran dan inovasi.
Dengan pola pikir prestatif, mahasiswa didorong untuk tidak takut mencoba hal
baru, belajar dari kesalahan, dan terus berusaha untuk mencapai hasil yang
lebih baik.
Materi “Embrace Your
Confidence” oleh Bapak Tectony Rachman
Sesi puncak pada hari
kedua adalah materi motivasi dengan tema “Embrace Your Confidence” yang
dibawakan oleh Bapak Tectony Rachman, seorang ahli motivasi dan pengembangan
diri. Dalam sesi yang penuh inspirasi ini, Bapak Tectony mengajak mahasiswa
untuk memahami dan mengatasi hambatan psikologis yang sering kali menghalangi
kesuksesan, seperti rasa takut akan kegagalan, ketidakpercayaan diri, dan rasa
rendah diri.
Melalui cerita dan
pengalaman pribadi, Bapak Tectony memberikan wawasan tentang pentingnya
kepercayaan diri dalam mencapai tujuan akademik dan profesional. Beliau
menekankan bahwa sikap positif dan mental yang kuat adalah kunci untuk
menghadapi tantangan yang akan datang. Strategi-strategi untuk meningkatkan
kepercayaan diri, menjaga keseimbangan mental dan fisik, serta teknik mengelola
stres juga dibahas secara mendalam.
Selain itu, Bapak Tectony
juga menekankan pentingnya self-awareness atau kesadaran diri. Mahasiswa diajak
untuk mengenali potensi diri, memahami kekuatan dan kelemahan pribadi, serta
terus belajar dan berkembang. Sesi ini tidak hanya memotivasi mahasiswa untuk
menjadi pribadi yang percaya diri, tetapi juga membekali mereka dengan alat dan
strategi praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Secara keseluruhan, hari
kedua PKKMB di Telkom University Surabaya ini dirancang untuk mempersiapkan
mahasiswa baru dalam menghadapi era 5.0. Dengan kombinasi pengetahuan teknis,
pola pikir prestatif, dan kepercayaan diri yang kuat, mahasiswa diharapkan mampu
menjadi pemimpin masa depan yang tidak hanya kompeten dalam teknologi, tetapi
juga memiliki kesadaran sosial yang tinggi dan siap untuk berkontribusi bagi
masyarakat luas.
Hari 3: Teknologi dan
Inovasi sebagai Penggerak Masa Depan di Telkom University Surabaya
Perkenalan Organisasi
Mahasiswa
Hari ketiga PKKMB dimulai
dengan sesi intensif yang memperkenalkan struktur organisasi mahasiswa,
termasuk Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), dan
Himpunan Mahasiswa (HIMA) dari 11 program studi yang berbeda. Sesi ini tidak
hanya sekedar perkenalan namun juga sebagai platform untuk memahami bagaimana
organisasi-organisasi ini berfungsi dalam mendorong keterlibatan mahasiswa
dalam berbagai inisiatif kampus maupun luar kampus.
DPM dan BEM:
Sesi ini menekankan pada
bagaimana organisasi-organisasi tersebut beroperasi untuk mewakili kepentingan
mahasiswa, mengorganisir kegiatan yang mendukung aktivitas akademik dan sosial,
serta mengembangkan keterampilan kepemimpinan mahasiswa. Mahasiswa diinformasikan
tentang cara mereka bisa berpartisipasi aktif dalam organisasi ini untuk
mendapatkan pengalaman praktis dalam kepemimpinan dan manajemen.
HIMA:
Setiap program studi
memiliki Himpunan Mahasiswa yang berfokus pada pengembangan kompetensi spesifik
sesuai dengan disiplin ilmu mereka. Melalui HIMA, mahasiswa dapat terlibat
dalam proyek-proyek penelitian, kompetisi ilmiah, dan kegiatan lain yang mendukung
pengembangan keterampilan profesional yang relevan dengan bidang studi mereka.
Pemaparan Materi
Teknologi dan Inovasi
Tema besar untuk sesi ini
adalah "Forward-Thinking and Tech-Savvy Individuals are Ready for the
Future". Dalam sesi ini, mahasiswa diperkenalkan dengan berbagai inovasi
terbaru yang telah dikembangkan oleh mahasiswa dan dosen Telkom University.
Proyek Inovasi:
- Smart Tani:
Proyek ini memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) dalam sektor
pertanian untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Sistem ini
memungkinkan pemantauan dan pengaturan distribusi air serta nutrisi ke
tanaman secara otomatis, sehingga memaksimalkan hasil panen.
- LeFeeder untuk Perikanan:
Inovasi ini berfokus pada pemberian pakan ikan secara otomatis yang dapat
menyesuaikan frekuensi dan jumlah pakan berdasarkan kebutuhan ikan, yang
dipantau melalui sensor. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi
dan produktivitas dalam budidaya ikan.
- Smart Farming untuk Ayam:
Sistem ini mengintegrasikan teknologi untuk memantau kesehatan dan kondisi
ayam, memastikan bahwa lingkungan kandang selalu optimal untuk pertumbuhan
ayam. Dengan demikian, produktivitas peternakan dapat ditingkatkan secara
signifikan.
Pengembangan Desa dan
Kota Pintar:
Telkom University bekerja
sama dengan Adides dalam pengembangan desa pintar, yang fokus pada pembangunan
berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat. Proyek ini melibatkan penerapan
teknologi yang berkelanjutan, termasuk penerapan prinsip-prinsip sustainability
dan circular economy dalam pengelolaan sumber daya dan limbah.
Pencegahan dan Penanganan
Kekerasan Seksual, Kode Etik, dan Syarat Kelulusan
Sesi ini sangat penting
dalam membangun kesadaran dan komitmen terhadap lingkungan akademik yang aman
dan kondusif. Telkom University menegaskan kembali komitmennya terhadap
kebijakan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) dengan pendekatan
yang berfokus pada keadilan dan kesetaraan gender.
PPKS:
- Dasar Hukum dan Prinsip:
Universitas ini mengikuti pedoman hukum yang ketat dan berprinsip pada
keadilan dan perlindungan bagi korban. Kebijakan ini dirancang untuk
menciptakan lingkungan kampus yang aman dan mendukung bagi semua
mahasiswa, staf, dan pengajar.
- Sasaran PPKS:
Program ini melibatkan seluruh civitas akademika, termasuk mahasiswa,
dosen, tenaga kependidikan, dan masyarakat umum yang berinteraksi dengan
universitas, dalam upaya menciptakan lingkungan kampus yang bebas dari
kekerasan seksual.
Kode Etik dan Syarat
Kelulusan:
- Transkrip Aktivitas Kemahasiswaan
(TAK): Mahasiswa diinformasikan tentang
pentingnya berpartisipasi dalam kegiatan non-akademik yang dicatat dalam
TAK, sebagai salah satu syarat untuk kelulusan.
- Indeks Keaktifan Kumulatif (IKK):
Mahasiswa didorong untuk aktif dalam berbagai kegiatan kampus sebagai
bagian dari evaluasi mereka. IKK ini mencerminkan tingkat partisipasi
mahasiswa dalam kegiatan kampus, yang menjadi bagian dari pengembangan
karakter dan profesional mereka.
Seluruh rangkaian sesi di
hari ketiga ini tidak hanya meningkatkan kesadaran tentang aplikasi teknologi
yang inovatif, tetapi juga menanamkan nilai-nilai etika dan tanggung jawab
sosial. Ini merupakan penutup yang kuat untuk PKKMB, mempersiapkan mahasiswa
dengan pengetahuan dan keterampilan yang mereka butuhkan untuk menjadi pemimpin
dan inovator masa depan yang bertanggung jawab dan beretika.
Pesan dan Kesan PKKMB
Telkom University Surabaya 2024
Ketika pertama kali
menginjakkan kaki di kampus Telkom University Surabaya, saya langsung merasakan
getaran penuh inspirasi—seolah setiap sudut kampus berbisik tentang inovasi dan
potensi tak terbatas. PKKMB 2024 bukan sekadar orientasi; itu adalah gerbang
menuju era baru, sebuah kesempatan di mana setiap sesi, setiap interaksi,
membuka wawasan kami menuju masa depan yang penuh dengan peluang.
Pesan:
Dari hari pertama,
antusiasme terasa meliputi setiap momen. Sambutan hangat dari para senior dan
staf, penyampaian materi yang menggabungkan teori dengan aplikasi praktis,
serta visi universitas yang jelas untuk masa depan teknologi dan inovasi,
semuanya memberikan energi yang berbeda. Kami tidak hanya belajar tentang
teori-teori yang akan kami pelajari lebih lanjut, tetapi juga tentang bagaimana
menerapkan pengetahuan tersebut untuk memecahkan masalah nyata di masyarakat.
Sesi tentang kecerdasan
sosial dan teknologi pada hari kedua membuka mata saya terhadap tanggung jawab
sosial yang kami miliki sebagai generasi mendatang. Melihat bagaimana teknologi
dapat digunakan untuk kebaikan umum, tidak hanya untuk membangun karir yang
sukses tetapi juga untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil dan
berkelanjutan, sangat memotivasi.
Kesan:
Pada hari ketiga, saat
mendalami lebih jauh tentang inovasi yang dihasilkan oleh mahasiswa dan
dosen—dari proyek Smart Farming hingga inisiatif Smart Village—saya merasa
bangga dan terhormat bisa menjadi bagian dari komunitas akademik yang tidak
hanya mengajarkan kami cara membuat perbedaan, tetapi juga memberikan alat
untuk melakukannya. Keseriusan Telkom University dalam menangani isu-isu
seperti kekerasan seksual dan pentingnya kode etik serta integritas akademik
sangat menggugah. Hal ini menunjukkan bahwa kami berada di tempat yang tidak
hanya mendorong kecemerlangan akademis tetapi juga menekankan keutuhan moral
dan keadilan sosial.


Comments
Post a Comment